Selasa, 12 Agustus 2008

Ku Kejar Asa Cinta

Diam,jarak dan musim yang berlari.T’lah Ku Tautkan Padanya Sisi Hati Yang Tak Pernah Letih.Hanya Mengingatmu Wahai Kekasih.Ku Kejar Asa Cinta , Ia Berlari Pergi Menjauh.Ketika Ku Hanya Diam dan Pasrah,Akan Cinta Ia Kembali Datang Menghampiri.Hati Ku Yang Letih Tak Kuasa Meraih, Dengan Jiwa Yang Terlunta Ku Pergi Tuk Mencari Satu Arti Dalam Perjalanan Cinta Suci Dan Abadi.Cinta Kemanakah Engkau Pergi ? Dan Kapan Kau Kembali Ke Pangkuan Hati.Dengan Jiwa Yang Terlunta, Dengan Hati Yang Letih, Ku Menanti Kau Kembali.Hari - Hari Yang Terlewati, Betapa Sepi Tanpa Hadir Mu Disini.Semua Hari Yang Ku Lalui Terasa Hampa, Jiwa Ku Yang Lunglai Bagai Tak Bernyawa Lagi, Dan Hati Yang Letih Tak Mampu Lagi Merasakan Manis Getirnya Kehidupan Fana Ini.Och..Tuhan Dimanakah Ia Kini, T’lah Lelah Ku Mencari Satu Arti Dalam Hidup Dan Cinta.Haruskah Ku Terus Berlari?.Haruskah Ku Mengejar Mimpi - Mimpi Yang Tak Pasti.Tapi Sampai Kapan Semua Inikan Berakhir.??

Jumat, 18 Juli 2008

KU BUKANLAH PENYAIR, AKU HANYALAH SESEORANG- YG SEDANG-MENCARI BENTUK, WUJUD ASLINYA SENDIRI

Dikeheningan malam aku telah berjalan , menyusuri lorong-lorong kotorku dan ruhku juga telah memasuki rumah-rumah kalian . Detak-detak jantung kalian juga berdegup didadaku , dan nafas-nafasmu menghembus pula di hidungku. Dan aku bukanlah seorang penyair aku hanya sekedar mengucapkan rangkaian kata tentang sesuatu yang sebenarnya kalian sendiri telah tahu didasar alam pikirmu. Diantara kalian ada yang menyebutku angkuh , hanya mementingkan kegemaranku menyepi dan mengatakan kepadaku : " Ia berbicara dengan tetumbuhan dan para satwa ,bukan dengan kita manusia . Seorang diri ia duduk dipuncak-puncak perbukitan memandang rendah pada kota dan kehidupan". Sebagian yang lain diantara kalian berbicara kepadaku meski tanpa kata-kata : " Ia orang yang aneh , orang ganjil , pencinta keluhuran yang tak teraih, untuk apa bermukim dipuncak-puncak gunung tempat elang bersarang, dan mengapa pula mencari sesuatu yang wujudnya belum pasti ?"..."Angin apa yang hendak kau tangkap dalam jala-mu . Burung ajaib manakah yang ingin kau jaring dilangit biru ?!...Kemarilah engkau bersatu dengan kami , turunlah bersama kita akan berbagi roti , dan lepaskan hausmu dengan anggur-anggurku !" Memang aku telah mendaki "puncak-puncak perbukitan" dan sering pula aku mengembara dalam "kesunyian " hutan.tapi aku juga akan tetap dapat mengamati kalian tanpa perlu "turun" dari puncak pegunungan.

Kesunyian jiwa telah menyebabkan mereka melontarkan kata-kata itu, namun apabila kesunyian itu mendalam lagi, maka mereka akan dapat mengerti, bahwa apa yang aku cari adalah rahasia terdalam jiwa manusia ,dan yang aku buru adalah sukma agung manusia yg menjelajah kesegala penjuru semesta.

Dan Kesunyian itulah yang menuntunku melangkah menuju "lorong penderitaan" sekaligus teman keagungan spiritual.....

Aku orang yang percaya sekaligus peragu, betapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri sekedar untuk menghayati nilai kebenaran . Dan keyakinanku berkata manusia itu tak terkurung dalam raga dan jasad yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan, melainkan ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi cakrawala dunia . Jika kata-kataku memasuki samar, kalian tak perlu gusar karena asal mula segala sesuatu adalah samar , meskipun akan jelas pada akhirnya.

Sebab apakah pengetahuan itu jika bukan bayangan dan pengetahuan yang terpendam bisu. Pikiran kalian dan jalinan kata-kataku, digetarkan oleh gelombang yang satu ,terekam dan terpatri diantara hari-hari dan masa silam yang telah berlalu , sejak bumi belum mengenal dirinya sendiri dan kegelapan belum terkurung oleh pekatnya malam .

Pahamilah kata-kata orang bijak dan laksanakan dalam kehidupanmu sendiri . Hidupkanlah kata-kata itu , tetapi jangan pernah memamerkan perbuatan -pebuatan itu dengan menceritakannya, karena dia yang mengucapkan apa yang tidak dia pahami , tidak lebih baik dari seekor keledai yg mengangkat buku-buku.

Jangan pernah menyesal karena kalian 'buta' dan jangan pernah merasa kecewa karena kalian 'tuli', sebab dipagi ini fajar pemahamanmu telah merekah untuk kalian didalam mencari rahasia kehidupan . Dan kalian akan mensyukuri segala gulita- sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya.

Dan segala yang "tak berbentuk" selalu berusaha mencari "bentuknya", seperti berjuta-juta bintang yang menjelma menjadi matahari...

Dan kulihat.......Kehidupan itu bersifat dalam , tinggi dan jauh , hanya wawasan luas dan bebas yang dapat menyentuh kakinya , meski sebenarnya ia dekat !.

Banyak sudah orang bijak yang telah mendatangi kalian untuk mengajarkan hikmat dan pengetahuan . Dan aku datang untuk mengambil hikmat itu dan lihatlah kutemukan sesuatu yang tak ternilai didasar hati, laksana air pancuran yang melegakan jiwa.

Setiap kali aku datang ke air pancuran itu , dikala dahaga hendak membasahi kerongkongan , aku dapatkan air itu sendiri tengah kehausan -dia meminumku selagi aku meminumnya !

Mentari

Langit terkadang kelam..
Muram durja pancarkan harinya..
Terlihat sekali ia sedang enggan ceria!

Langit kadang terik
Semburan cahaya mentari,,dengan senang bersinar!
Namun,, begitu sangat terik!!

Hai mentari!!
Marahkah engkau?
Senyummu begitu lebar sehingga membuat ku terbakar!
Apakah sebenarnya senyummu pedih?
Hingga hendak kau lukai kami??
Jika kau benar murka,,mengapa kau berdusta dengan terikmu??
Kelam saja agar kutahu perasaanmu..
Agar kudapat menjadi teman berbagimu..

Hah!!! [Mentari menjawab]!!
Dia lakukan seperti yang kulakukan katanya.
Dia berkata: “Jujurlah kau jika kau bersedih tak usah berdusta dengan kuas cat yang kau gambar di wajah mu!!”
Hanya membuat Luka!!

“Aku melukai orang lain..” [kata mentari]
“Tapi kau melukai dirimu sendiri..”

MUNAFIK KAU MANUSIA!!!
Tapi aku berkata.. aku mengikuti caramu mentari..
Mencoba tersenyum walau senyum ini tersumbing memaksa!!agar orang lain di sekelilingku tak khawatir akan aku..

Haaaah!! Tapi apa yang terjadi padaku??
Semakin tergores hatiku!!

Mentari aku harus apa?
Entah siapa kini kudapat bercerita??
Akan semua rasa,semua keluh,semua resah,,semua ingin,,semua gejolak,,semua amarah,,semua rindu,,semua hasrat,,semua yang terjadi padaku setiap harinya!!!

Mentari aku sepi!!!aku seperti sendiri…
Walau seribu jasad berada mengelillingiku..

Mentari,, kau enak punya bulan buat berbagi, punya bintang buat cerita, ada awan nolongin kamu!!
Tapi kau??
Aku tak punya bulan,bintang, awan apalagi mentari.

Aku Cuma punya rasa terpendam di jiwa
Yang kini telah terlalu penuh..karena rasaku yang kian menumpuk dan terus ku pendam..
Hingga akhirnya kini tak dapat lagi tertampung.

Haruskah ku bakar ini semua mentari???
Namun asapnya??
Asapnya membuatku sesak!!!
Lalu apa yang harus kulakukan??
Mentari beri jawabnya…
Entah pada siapa kuberbagi rasa hatiku??

Kamis, 10 Juli 2008

Sang Maestro

Virgiawan Listianto yang lebih dikenal dengan nama Iwan Fals lahir di Jakarta tanggal 3 September 1961 adalah seorang penyanyi balada dan country yang telah merilis puluhan album sejak tahun 1979 sampai sekarang. Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung dan kemudian hijrah ke Jakarta ketika diajak seorang produser untuk rekaman sebuah album rekaman. Iwan Fals dikenal dengan lirik lagu-lagunya yang menyentil pemerintah. Berbagai konser Iwan Fals pun banyak yang dilarang dan dibatalkan dengan berbagai alasan dianggap dapat memancing kerusuhan atau lirik yang dibawakan dapat mengganggu stabilitas Negara. Iwan juga pernah berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama dua minggu. Tak hanya mengkritik, Iwan juga pintar menuangkan suasana sosial kehidupan Indonesia kedalam lirik-lirik lagunya.

Iwan menikah dengan Rosanna (Mbak Yos) dan dikaruniai tiga orang anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani. Selain mengamen, dimasa mudanya Iwan sering mengikuti berbagai macam festival mulai dari festival musik country sampai festival lagu humor. Diluar musik Iwan sempat aktif di kegiatan olahraga yaitu Karate. Beberapa kejuaran Karate tingkat nasional pernah dijuarai sang idola kaum ‘akar rumput’ ini. Iwan juga sempat masuk pelatnas, melatih karate di kampusnya dan menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.

Iwan Fals sempat rekaman 4-5 album sebelum akhirnya album “Sarjana Muda” dirilis oleh Musica Studios. Di album ini nama Iwan Fals mulai lebih dikenal masyarakat terutama single “Oemar bakri” yang cukup fenomenal. Dapat dikatakan ini adalah album professional pertama dari tokoh yang diberi gelar “Asian Hero” oleh majalah Time Asia. Sejak saat itu Iwan terus berkarya merilis album tiap tahunnya.

Album terakhir Iwan Fals bertajuk “50:50” dirilis oleh Musica Studios 28 Maret 2007 lalu. Cinta dan kritik sosial kembali membawa Iwan Fals ke hadapan jutaan OI (Orang Indonesia) tahun ini. Album penuh aroma cinta dan deru kritik sosial dengan bungkus pop ini berhasil memberikan jawaban akan kemana visi dan misi Iwan Fals.

Albums.

1910 (1988)

Track list :





  1. Buku Ini Aku Pinjam
  2. Ada Lagi Yang Mati
  3. Ibu
  4. Mimpi Yang Terbeli
  5. Balada Orang-Orang Pedalaman
  6. Nak
50:50 (2007)

Sebuah kemasan album baru dari Asian Heroes dan legenda musi Indonesia yang kembali menyapa lewat konsep keseimbangan “Yin” & “ Yang “



Aku Sayang Kamu (1986)


Track list :



  1. Aku Sayang Kamu
  2. Gali Gongli
  3. Timur Tengah I
  4. Jangan Tutup Dirimu
  5. Selamat Tinggal Malam

Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1988)

Track list :




  1. Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu (dari album Opini)
  2. Yang Tersendiri (dari album Sore Tugu Pancoran)


Barang Antik (1984)

Track list :




  1. Barang Antik
  2. Kumenanti Seorang Kekasih
  3. Sunatan Masal
  4. Jangan Bicara
  5. Asmara Dan Pancaroba
  6. Tante Lisa...
Ethiopia (1986)

Track list :




  1. Ethiopia
  2. Sebelum Kau Bosan
  3. Tikus Tikus Kantor
  4. 14-4-84
  5. Willy
  6. Entah
  7. Kontrasmu Bisu


In Colaboration With (2003)

Track list :




  1. Aku Bukan Pilihan
  2. Senandung Lirih
  3. Rinduku
  4. Hadapi Saja
  5. Sesuatu Yang Tertunda
  6. Sudah Berlalu


In Love (2005)


Track list :
  1. Ijinkan Aku Menyayangimu
  2. Selamat Tidur sayang
  3. Rinduku
  4. Aku Bukan Pilihan
  5. Buku Ini Aku Pinjam
  6. Kumenanti Seorang Kekasih ...


KPJ (1985)

Track list :
  1. Kembang Pete
  2. Kupaksa Untuk Melangkah
  3. Senandung Istri Bromocorah
  4. Kaum Urbanis
  5. Krisis
Lancar (1987)

Track list :
  1. Lancar
  2. Kuli Jalan
  3. Kereta Tua
  4. Columbia
  5. Yakinlah
  6. Kota

Manusia 1/2 Dewa (2004)

Track list :
  1. Asik Nggak Asik
  2. Manusia Setengah Dewa
  3. 17 Juli 1996
  4. Dan Orde Paling Baru
  5. Buktikan
  6. 16 Juli 1996

Opini (1982)

Track list :
  1. Galang Rambu Anarki
  2. Obat Awet Muda
  3. Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu
  4. Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi
  5. Sapuku ...
Sarjana Muda (1981)

Tack list :





  1. 22 Januari
  2. Oemar Bakri
  3. Sarjana Muda
  4. Yang Terlupakan (juga populer dengan sebutan "Denting Piano")
Suara Hati (2002)

Track list :





  1. Kupu Kupu Hitam Putih
  2. Hadapi Saja
  3. Suara Hati
  4. Untukmu Negeri
  5. Doa
  6. 15 Juli 1996
  7. Belalang Tua...

Sugali (1984)

Track list :
  1. Sugali
  2. Rindu Tebal
  3. Siang Seberang Istana
  4. Serdadu
  5. Nak
  6. Berkacalah ...


Sumbang (1983)

Track list :
  1. Sumbang
  2. Kereta Tiba Pukul Berapa
  3. Semoga Kau Tak Tuli Tuhan
  4. Puing
  5. Jendela Kelas I
  6. Berikan Pijar Mataha ...


Wakil Rakyat (1987)

Track list :
  1. Mata Indah Bola Pingpong (Iwan Fals)
  2. Surat Buat Wakil Rakyat (Iwan Fals/Ma'mun)
  3. Teman Kawanku Punya Teman (Iwan Fals)




Selasa, 08 Juli 2008

Bidadari Kesunyian

Tampak wajah putih bersih, berbalutkan jilbab agamis
Memukau para lelaki, memandang takjub paras yang manis
Diriku pun seakan terbuai, oleh rayuan abstrak dari jiwa yang pesimis

Bidadari kesunyian, kumenyebutmu
Kesucian diri, tanpa noda dari hatimu
Buatku terbius dalam pesona keangkuhanmu
Hatiku pun luluh lantah, bertekuk lutut kepadamu

Namun sayang
Balutan busanamu yang religi
Tak bisa sembunyikan kerapuhanmu
Kebingungan akan cinta yang tertunda

Jodoh yang tak kunjung tiba, buatmu resah dan menderita
Penantianmu sekian lama, akan datangnya seorang pujangga
Berikanmu sekuntum bunga, sebagai lambang atas cinta
Cinta suci tak ternoda, dalam hiasan pernikahan bahagia
.......

Selasa, 24 Juni 2008

DREAM

Sekian lamanya rasa ini ku pendam,dan tak sanggup ku ungkapkan.Saat ingin ku tuangkan perasaan ini ku hanya bisa terdiam dalam keheningan malam,dibawah temaram rembulan ku pandangi gemerlap bintang - bintang yang bersinar terang tunjkan jati diri,tapi mengapa aku tak bisa seperti bintang maupun rembulan yang selalu menyinari gelapnya malam.
Rasa ini sesungguhnya segenggam harapan tuk mencintai seorang gadis,walau dia tak cantik,walau kehidupannya nista dimata kita dan mungkin dimata tuhan yang esa.Namun ku tak memandang rendah dia,karna mungkin cinta itu buta atau...entahlah ku sendiri pun tak tau.Karna Seumur hidup ini,ku tak pernah tau apa itu arti sebuah cinta dan bagaimana rasanya mencintai seorang gadis,atau bagaimana dicintai seorang gadis.Malam ini tanggal 24 Juni 2008,ku ingin ku ungkapkan rasa ini.Saat semuanya dekat,Serasa hampa.Dan setelah semua ku rasa dekat,semua hilang bersama hembusan sang bayu yang mengalir di gelapnya malam.Hati Ku berteriak,Jiwa ku meronta.Mengapa aku tak sanggup mengatakannya.Walau hati ku t'lah berteriak,namun bibir ku tak mampu tuk berucap.Oh tuhan,tolonglah hamba mu ini,tunjukkan jalan untuk ku agar aku bisa dan dapat mengungkapkan isi hati ku kepadanya.Forever Love (DREAM).

Minggu, 15 Juni 2008

SEKILAS tentang SEJARAH BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.

Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional.

Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).

Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.

Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.

Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.

Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw’enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.

Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.

Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).

Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Jumat, 14 Maret 2008

Peri Kecilku


Selamat Tidur Peri Kecil Ku...

Selamat malam Peri kecil ku...

Selamat tidur sayang...

Mimpikanlah yang terindah...
Gapai anganmu Setinggi langit...
Tidur-tidurlah Sayang...
Tidurlah Peri kecilku...
Disudut malam yg sunyi sepi...
Kan ku ceritakan dongeng untuk mu...
Hingga engkau terhanyut dalam mimpi indah mu...
Janganlah resah dalam lelapmu...
Aku masih menunggu mu...
Akan ku Ceritakan isi hatiku...
Aku Katakan Semua...
Walau Hanya didalam Mimpi-mimpi mu...
Selamat tidur sayang....
Selamat tidur Peri kecilku...

Ketika Rasa Cinta Hilang Dan Datang Kembali....

Ketika Rasa Cinta Hilang...
Kasih Sayang Terlupakan...
Pernah Ku Bersumpah...
Takkan Jatuh Cinta Lagi Pada Siapapun Kecuali Kepada Keluarga Dan Orang-Orang Yg Aku Sayangi...
Namun Ntah Mengapa..Perasaan Itu Datang Kembali Ketika Ku Knal Seorang Gadis Imut Dan Baik...
Walau Ku Knal Hanya Dalam Dunia Maya...
Namun Isntingku Mengatakan...
Bahwa Ku Cinta Dia Dan Ku Sayang Dia......
Sumpah Yang Ada Terpaksa Ku Langgar...
Awal Dari Sumpahku...
Karna Sakit Yg Teramat Menusuk Hati....
Dan Ku Tak Sanggup Menahan Semua...
Bila Itu Sampai Terulang Kembali....
Masih Ku Ingat Hari Dan Tanggal Pada Waktu Ku Berucap Sumpah Itu...
Tepatnya Tanggal 14 Februari 2004,Jam 9.30 Waktu Kebumen Jawa Tengah....
Dan Seandainya Kejadian Yang Pernah Menimpaku Terulang Kembali...
Ku Memilih Dan Akan Ku Matikan Hati Ini...
Agar Tak Ada Rasa Cinta Sayang Atau Sebagainya,Yang Membuat Hati Ini Terluka....
Kecuali Sayang Kepada Ortu Dan Keluargaku........
Pencarian Cinta Sejati Teramat Sulit....
Walau Jujur Ku Akui...Ku Tak Pernah Memilih.....B
iarkanlah Semua Ini Berjalan Apa Adanya Atas Kehendakmu Tuhan.....
I Love U God...ILove U Mam&Pap...I Love U My Family...I Love U My Frien
ds....

SENDIRI


Naruto2_1

Malam-Malam Ku Yg Dulu Riang Kini Terselubung Kesunyian...Tiada Canda Dan Tawa...Tiada Syair Indah Melantunkan Nyanyian Jiwa...Walau Tiada Merdu Tuk Didengar...Walau Tiada Syahdu Tuk Di Rasakan...Tapi Dapat Tuk Menghibur Kala Keheningan Hati Yg Dilanda Duka Nestapa...Puisi - Puisi Ratapan Jiwa Teriring Indah Bersama Gemulai Jemari Memetik Gitar Tua Yg Tampak Usang Termakan Jaman...Membuat Kita Ingin Selalu Berdendang Walau Gundah Gulana Menggelayuti Jiwa Yg Terlunta Karna Asmara.... Rusjuliantojr@gmail.com

Kehidupan Sunyi


Sunyi yg selalu menghinggapi kehidupan ini terasa berat bagi ku tuk menjalani hidup tapi selalu ku berusaha tuk sabar dan bertahan di dalam kehidupan fana ini.... Sekian lama ku mencari kebahagian,tapi apa yg ku harap tak pernah datang dan menggelayuti kehidupan ku.....Mencari satu arti hidup dan cinta yg suci dengan ketulusan hati....Namun angan jadikan mimpi...mimpi menjadi khayalan semata karna pada kenyataan hanya pahitnya cinta dan perihnya luka yg kudapat......Walau sesungguhnya entah siapa yg salah dan benar,hanya tuhan yg maha kuasa yg mengetahuinya.....Aku hanya manusia biasa,hanya pasrah dan iklas dalam menjalani kehidupan di dunia ini....tak ada satupun yg aku harapkan kecuali kebahagian dunia dan akhirat.....Ke inginan bagai jalan yg selalu menyesatkan apabila kita tak bisa memilih dan menilai mana benar dan salah.....Perjalanan hidup yg penuh aral melintang dan perjuangan hingga akhir hayat ketika ajal menjemput kembali ke pemiliknya.... (Alloh Subhanawata'ala).....

Kamis, 13 Maret 2008

Kesendirianku

Dimana malam semakin larut tak terdengar lagi suara-suara....
Hanya Keheningan dan gelap malam yg menemani ku....
Ku terdiam dalam keheningan hati....Termenung pandangi langit gelap kelabu....Sunyi malam membius,terbawa dalam dinginnya malam.....
Angin yg tertiup membasuh jiwa yg terlunta dalam kenistaan hidup.....